PERBANDINGAN PERTUMBUHAN NANAS (ANANAS COMOSUS (L) MERR) DAN PERTUMBUHAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) DENGAN SISTEM PENANAMAN TUMPANGSARI DAN MONOKULTUR

Rosdiana Megasari1, Agus Sutanto2, Rasuane Noor3 (2017) Perbandingan Pertumbuhan Nanas (ananas Comosus (l) Merr) Dan Pertumbuhan Kedelai (glycine Max L. Merril) Dengan Sistem Penanaman Tumpangsari Dan Monokultur

Seminar Nasional Pendidikan 2017 Fkip Um Metro


File Pdf Download


ABSTRAK

Abstrak

This study aims to determine the best growth between pineapple plants (Ananas comosus (L) Merr) and soybean (Glycine max L. Merril) grown intercropping and monoculture. This type of research is the comparative experiment, that is using the comparison of two planting system that is intercropping system and monoculture system. The parameters observed were plant height (cm) and a number of leaves (strands). Based on the result of hypothesis analysis, the number of pineapple plant leaves is thit -1.21

Keywords: soybean, monoculture, queen pineapple, intercropping.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.2014. Buletin Konsumsi Pangan. Jakarta: Kementrian Pertanian.

[2] Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.19/permentan/HK.140/ 4/2015 tentang rencana strategis kementrian pertanian tahun 2015-2019. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[3] Pitojo, S. 2003. Benih Kedelai. Yogyakarta: Kanisius.

[4] Permanasari, I., dan D. Kastono. 2012. Pertumbuhan Tumpangsari Jagung dan Kedelai pada Perbedaan Waktu Tanam dan Pemangkasan Jagung. Jurnal Agroteknologi. 3(1): 13 – 20.

[5] Wulandari, A.K. 2008. Pengaruh Pertumbuhan Vegetatif Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar dalam Sistem Tumpangsari.Skripsi diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

[6] Irwan, A.W. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merill). Jatinangor.

[7] Pracaya. 2007. Hama dan Penyakit tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya


REFERENSI

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.2014. Buletin Konsumsi Pangan. Jakarta: Kementrian Pertanian.

[2] Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.19/permentan/HK.140/ 4/2015 tentang rencana strategis kementrian pertanian tahun 2015-2019. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[3] Pitojo, S. 2003. Benih Kedelai. Yogyakarta: Kanisius.

[4] Permanasari, I., dan D. Kastono. 2012. Pertumbuhan Tumpangsari Jagung dan Kedelai pada Perbedaan Waktu Tanam dan Pemangkasan Jagung. Jurnal Agroteknologi. 3(1): 13 – 20.

[5] Wulandari, A.K. 2008. Pengaruh Pertumbuhan Vegetatif Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar dalam Sistem Tumpangsari.Skripsi diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

[6] Irwan, A.W. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merill). Jatinangor.

[7] Pracaya. 2007. Hama dan Penyakit tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya