PENGARUH LOKASI YANG DIPREDIKSI SEBAGAI SUMBER PENCEMAR TERHADAP SERAPAN LOGAM BERAT PADA BAGIAN SAYURAN DAN BUAH

HENING WIDOWATI1, KARTIKA SARI2, WIDYA SARTIKA SULISTIANI3 (2016) Pengaruh Lokasi Yang Diprediksi Sebagai Sumber Pencemar Terhadap Serapan Logam Berat Pada Bagian Sayuran Dan Buah

Lppm Universitas Muhammadiyah Metro


File Pdf Download


ABSTRAK

Penelitian bertujuan mengidentifikasi logam berat pencemar pada lingkungan lokasi yang berbeda yang berpotensi terakumulasi pada bagian organ sayuran dan buah.. Penelitian dengan melakukan survei di lingkungan bersih dan tercemar yang diprediksi memiliki potensi sebagai sumber pencemar logam berat, meliputi lokasi di daerah gunung, yang dianggap bersih, serta di daerah tercemar, meliputi sawah yang tercemar pestisida, insektisida, herbisida, dan hubungannya dengan teknologi di pertanian; serta industri dengan sumber pencemar perbengkelan, berbagai pabrik, percetakan, foto copy, dan teknologi di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh lokasi yang diprediksi mengandung polutan logam berat (sawah, industri, gunung) terhadap serapan logam berat Cd, Cr, Pb pada bagian sayuran (daun, batang) dan buah. Logam berat pencemar paling banyak ditemukan di wilayah industri, yang serapannya di daun lebih banyak dibandingkan pada batang, pada semua jenis sayuran (bayam, genjer, kangkung), dimana serapan lebih banyak pada logam Cr, selanjutnya Cd, dan yang paling rendah terserap adalah logam Pb.  Terhadap buah menunjukkan, logam berat Cd, Cr, Pb paling banyak ditemukan di lingkungan industri. Serapan logam Cr paling banyak, menyusul Cd, dan Pb.Serapan ke dalam buah lebih banyak pada jagung, menyusul cabai, kacang panjang, timun, dan terakhir tomat.

 

Kata kunci: polutan logam berat pada lokasi yang berbeda, potensi terserap dalam bagian  sayuran dan buah

 


REFERENSI

Alloway, B.J. 1990. Heavy Metals Soil. New York: Jhon Willey and Sons Inc.

 

Ali, M.B., Vajpayee, P., Tripathi, R.D., Rai, U.N., Singh, S.N. 2003. Phytoremediation of Lead, Nickel  and Copper by Salix acmophylla Boiss.: Role of Antioxidant Substances. Bull. Environ. Contam. Toxicol. 70: 462-469.

 

Almeida, A.A;  Raul R. Valle; Marcelo S. Mielke; Fabio P. Gomes. 2007. Tolerance  and Prospection of Phytoremediator Woody Species of Cd, Pb, Cu and Cr. Brazillian Journal of Plant Physiology, Vol. 19, No. 2 Londrina Apr./June 2007.

 

Buchaver, M. J. 1973. Contamination Soil and Vegetation Near Zinc Smelter by Zinc, Cadmium, Copper and Lead. Environ. Science and Technol. 7: 131-135.

 

Cobbet, C. & Goldsbrough, P. 2002. Phytochelatins and Metallothioneins: Role in Heavy Metal Detoxification and Homeostasis. Annu. Rev. Plant Biol. 53: 159-182.

 

Cong Tu, Lena Q Ma, and Bondada, B. 2002. Arsenic Accumulation in the Hyperaccumulator Chinese Brake and its Utilization Potensial for Phytoremediation. Journal Environ Qual. Vol. 31: 1671-1675. 2002.

 

Connell, Des. W. & Miller, G.J. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Terjemahan oleh Yanti Koestoer. 2006. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

 

Cyber Forums-Indonesian Cyber Community Kerja Antioksidan di Tubuh, (Online), (http://www.cyberforums.us, diakses 23 April 2009 06:03:38 GMT). 

Dahlia. 2001. Fisiologi Tumbuhan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Dahlia. 2006. Efektivitas Bioakumulasi Tanaman Sayuran Pengikat Logam Berat dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Jurusan Pendidikan Biologi. Pascasarjana. Malang: Universitas Negeri Malang.

 

De Vos, C.H.R., Vonk, M.J., Vooijs, H., Schat, H. 1992. Glutathione Depletion Due to Copper-Induced Phytochetatin Synthesis Causes Oxidative Stress in Silene cucubalus. Plant Physiol. 98: 853-858.

 

Dwijoseputro.1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan.Jakarta: Gramedia.
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

Haghiri, F. 1973. Cadmium Uptake by Plants. J. Environ. Qual. 2: 92-96.

Khairiah, J., Esther Lew, Maimon, A. & Aminah A. 2003. Pengumpulan Logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam Tembikai dan Labu di Kawasan Terpilih. Sains Malaysiana 32(2): 65-75.

 

Linder, M. C. 1992. Biokimia; Nutrisi dan Metabolisme. Department of Chemistry, California State University. Fullerton, CA 92634.

 

Liu  Y-J.; Zhu Y-G.; Ding H. 2007. Lead and Cadmium in Leaves of Deciduous Trees in Beijing, China: Development of a Metal Accumulation Index (MAI). Environ. Pollut. 145: 387-390.

 

Munzuroglu, O., Obek, E., Karatas, F. & Tatar, S. Y. 2005. Effects of Simulated Acid Rain on Vitamin A, E, and C in Strawberry (Fragaria vesca). Pakistan Journal of Nutrition 4(6): 402-406.

 

Notohadiprawiro, T. 1993. Logam Berat dalam Pertanian. Artikel: Ceramah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan 28 Agustus 1993.

 

Panda, S.K. & Choudhury, S. 2005. Chromium Stress in Plants. Braz. J. Plant. Physicl. 17: 95-102.

 

Patra M.; Bhowmik N.; Bandopadhyay, B.; Sharma A. 2004. Comparison of Mercury, Lead and Arsenic with Respect to Genotoxic Effect on Plant System and the Development of Genetic Tolerance. Environ. Exp. Bot. 52: 199-223.

 

Peer, W.A., Baxter, Ivan, R., Richards, Elizabeth, L., Freeman, John, L., Murphy, Angus, S. 2003. Phytoremediation and Hyperaccumulator Plants. Center for Phytoremediation, Purdue University, West Lafayette, IN 47907 USA.

 

Rubatzky, V.E. & Yamaguchi, M. 1998. Sayuran Dunia 1: Prinsip, Produksi, dan Gizi. Penerbit: ITB Bandung.

 

Rukmana, R. 1994a. Bertanam Kangkung. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

 

Rukmana, R. 1994b. Bertanam Selada & Andewi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

 

Salisbury, Frank B. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Bandung: ITB

 

Schutzendubel, A. & Polle, A. 2002. Plant Responses to Abiotic Stresses: Heavy Metal-Induced Oxidative Stress and Protection by Mycorrhization. J. Exp. Bot. 53: 1351-1365.

 

Sharma, S.S. & Dietz, K-J. 2006. The Significance of Amino Acids and Amino Acid-Derived Molecules in Plant Responses and Adaptation to Heavy Metal Stress. J. Exp. Bot. 57: 711-726.

 

Suyitno. 2010. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar. Yogyakarta: FMIPA  Universitas Negeri Yogyakarta.
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

Tuminah, S. 2000. Radikal Bebas dan Anti Oksidan-Kaitannya dengan Nutrisi dan Penyakit Kronis. Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Depatemen Kesehatan RI Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran (128): 49-51.

 

Vassilev, A., Vangronsveld, J., Yordanov, I. 2002. Cadmium Phytoextraction: Present State, Biological Backgrounds and Research Needs. Bulg. J. Plant Physiol. 28: 68-95.

 

Wyeth. 2009. Antioksidan: Pentingnya Anti Oksidan, Zat Antioksidan dan Radikal Bebas. (Online), (http://www.eyethindonesia.com, diakses 23 April 2009 19:08:08 GMT)

Widowati, Hening; Kartika Sari; Widya Sartika Sulistiani. 2015. Laporan Penelitian Hibah Bersaing: Model Manajemen Budidaya Sayuran untuk Perlindungan Konsumen terhadap Pencemaran Logam Berat. Universitas Muhammadiyah Metro.

Xiongz, T. 1997. Lead Uptake and Effects on Seed  Germination and Plant Growth in a Pb Hyperaccumulator Brassica pekinensis Rupr. Bull. Environ. Contam. Toxicol. 60: 285.