SELF EFFICACY REMAJA PANTI ASUHAN DAN PENINGKATANNYA MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN KELOMPOK

Dra. Nurul Atieka, M.Pd dan tri Anjar (2015) Self Efficacy Remaja Panti Asuhan Dan Peningkatannya Melalui Pendekatan Bimbingan Kelompok

Lppm Um Metro


File Pdf Download


ABSTRAK

Salah satu aspek yang mempengaruhi kemandirian dan

kepercayaan diri remaja panti asuhan untuk dapat hidup dalam

lingkungan yang lebih luas, dan siap menghadapi permasalahan dalam

perjuangan hidup dimasa depan adalah efikasi diri (self efficacy).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran serta

meningkatkan efikasi diri remaja panti asuhan dengan memberikan

bimbingan kelompok. Hipotesis penelitian adalah “Self efficacy remaja

panti asuhan meningkat setelah diberikan bimbingan kelompok”

Pendekatan penelitian yaitu penelitian eksperiment. Populasi penelitian

yaitu remaja panti asuhan usia sekolah menengah atas dengan jumlah

120 . Sampel penelitian berjumlah 51 remaja panti asuhan untuk

kelompok kontrol, dan 14 remaja panti asuhan untuk kelompok

eksperimenPenentuan sampel dengan menggunakan teknik proportional

Random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala efikasi diri,

dan teknik analisis data dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa tingkat efikasi diri remaja panti asuhan kelompok eksperimen

berada pada kategori rendah ( skor rata-rata 122,50 ), dan untuk

kelompok kontrol berada pada kategori sedang (skor rata-rata 129,96 ).

Setelah diketahui gambaran efikasi diri maka dilakukan treatment

berupa layanan bimbingan kelompok. Hasil dari treatment,

menunjukkan bahwa untuk kelompok eksperimen didapatkan

peningkatan efikasi diri, hal itu terlihat dari peningkatan skor rata-rata,

yaitu 122,50 (pretest) dan meningkat 134,5 (posttest). Dari perhitungan

diketahui bahwa thit 2,897 lebih besar dari ttab (2.000),dan nilai

signifikansi 0,005< 0>

layanan bimbingan kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap

peningkatan efikasi diri remaja panti asuhan. Kesimpulan penelitian

yaitu pemberian layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan

efikasi diri remaja panti asuhan. Saran yang diberikan yaitu a) pengurus

panti hendaknya memperbanyak kegiatan kegiatan yang berhubungan

dengan lingkungan, seperti outbonb atau kemah, sehingga remaja panti

akan dapat mengenal lingkungan secara luas, b) bagi pemerintah kota

Metro, perlu peningkatan perhatian yang lebih terhadap aksebilitas

pendidikan dan kesehatan terhadap panti panti asuhan, dan secara aktif

mengajak lembaga-lembaga pendidikan untuk berkontribusi terhadap

pemenuhan pendidikan dan pelatihan remaja-remaja panti asuhan.


REFERENSI

Ali, Mohammad. 2001. Psikologi Remaja. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:

Bumi Aksara

Bandura, A. (1994). Self-Efficacy. Stanford University

Baron. R.A. dan Byrne. D. 2002. Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 1

(terjemahan). Jakarta:Erlangga.

Bono, J. E dan Judge, T.A. 2003. Core Self-Evaluations: A Review of The Trait

and Its Rate in Job Satisfaction and Job Performance. USA: Wiley

Interscience

Montgomery, Douglas C. 2001. Design And Analysis Of Experiment. 4th Edition.

Arizona State University: Joh Wiley & Sons

Gall, M.D. 2010. Applying Educational Research. 6th Edition. Boston: Pearson

Ghufron, N. M dan Rini, R. S. 2010. Teori-teori Psikologi. Yogjakarta: ARRUZZ

Media

Geldard, Kathryn. 2012. Konseling Remaja. Intervensi Praktis Remaja Berisiko.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hartinah,Siti (2009:6) Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika

Aditama

Pajares,Frank. 2000. Against the Odds: Self-Efficacy Beliefs of Women in

Mathematical, Scientific, and Technological Careers. American

Educational Research Journal.Vol 37.hal 1-2.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013.Tentang

Implementasi Kurikulum. Jakarta: Kemendikbud.

Prayitno. 2012. Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang:

Program PPK Jurusan BK UNP