INVENTARISASI TANAMAN OBAT DI MASYARAKAT SUKU SEMENDO KECAMATAN WAY TENONG LAMPUNG BARAT

Rasuane Noor & Suharno Zen (2015) Inventarisasi Tanaman Obat Di Masyarakat Suku Semendo Kecamatan Way Tenong Lampung Barat

Prosiding Seminar Nasional Lppm Um Metro Tema Transformasi Nilai-nilai Islam Dalam Meningkatkan Sdm Bangsa Indonesia


File Pdf Download


ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk mengetahui tumbuhan obat dan manfaatnya yang digunakan suku Semende Kecamatan Way Tenong Lampung Barat serta sebagai data awal untuk kepentingan pendidikan dan penelitian lanjut. Penelitian dilakukan pada bulan februari hingga juni 2015 dengan pengumpulan data primer dilakukan wawancara dengan beberapa responden sebagai sampel. Hasil wawancara menggambarkan jenis tumbuhan dan bagaimana pola pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat suku Semende Kecamatan Way Tenong Lampung Barat. Untuk mengetahuan morfologi tumbuhan obat tersebut dilakukan dengan menjelajah daerah hutan sekitar Kecamatan Way Tenong Lampung Barat. pengambilan sampel dan foto tumbuhan pada lokasi studi. Data sekunder yang dikumpulkan melalui studi literatur, meliputi: nama lokal, nama ilmiah, nama famili dan deskripsi morfologinya. Di laboratorium dilakukan identifikasi tumbuhan yang diperoleh dengan literatur. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan 165 spesies dari 65 Famili tumbuhan obat. Bagian organ tumbuhan yang digunakan meliputi daun, batang, akar, bunga dan rimpang. Tumbuhan obat yang ditemukan sebagian besar merupakan bahan rempah-rempah yang biasa digunakan untuk memasak seperti jahe, temulawak, kunyit, lada, pala, cengkeh, kayu manis, ketumbar, kapulaga, serai, cabe, kemiri dan yang lainya. Informasi tentang penyakit yang sering diderita warga saat dulu hanya secara general di masyarakat semende yaitu keluhan demam, sakit perut, sakit pinggang, sakit kepala, sakit kuning, luka,dan koreng.


REFERENSI

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat, 2013. Lampung Barat dalam Angka 2013. Katalog BPPS I 102001.1801.

Hutapea, Y. dan Thmarin, T. 2009. Eksistensi Tunggu Tubang sebagai Upaya Mempertahankan Sumberdaya lahan Berkelanjutan. Disampaikan dalam Seminar Nasional Peningkatan Daya Saing Agribisnis Berorientasi Kesejahteraan Petani. Departemen Pertanian.

Dewoto, H. R. 2007. Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi Fitofarmaka. Maj Kedokt Indon,Volume: 57, Nomor: 7, Juli 2007.

Departemen Kehutanan.2010. Lokakarya Nasional Tanaman Obat Indonesia. Siaran pers Nomor: S.376/PIK 1/ 2010

Iskandar, 2003. Kedudukan Anak Tunggu Tubang Dalam Pewarisan Masyarakat Adat suku Semendo di kota Palembang. Thesis Program Pasca Sarjana. Universitas Dipenogoro. Semarang.

Menkes. 2007. Tentang Kebijaksaan Obat Tradisional Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 381/MENKES/SK/III/2007 . Jakarta

Sutanto, Agus dan Ratini. 2007. Laporan Hasil Penelitian Inventarisasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Di Kota Metro. Metro . Jurusan PMIPA FKIP UM Metro.