KAJIAN IDENTIFIKASI & STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK EKONOMI KREATIF BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI KOTA METRO

Dr. Bambang Suhada, S.E, M.Si (2013) Kajian Identifikasi & Strategi Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Masyarakat Lokal Di Kota Metro

Dosen Tetap Fe Um. Metro


File Pdf Download


ABSTRAK

<!--[if gte mso 9]><xml> 800x600 </xml><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><xml> </xml> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} </style> Pengembangan ekonomi kreatif merupakan pilihan tepat untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam kondisi krisis global. Ekonomi kreatif perlu dikembangkan karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; menciptakan iklim bisnis yang positif membangun citra dan identitas bangsa; berbasis pada sumberdaya yang terbarukan; menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; dan memberikan dampak sosial yang positif. Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Metro sangat diperlukan untuk menjawab tantangan permasalahan pembangunan, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang relatif konstan atau bahkan cenderung rendah pasca krisis ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang masih cukup tinggi, dan daya saing industri yang masih rendah. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Terinventarisasi dan teridentifikasinya berbagai potensi sumberdaya dan kendala yang dimiliki oleh industri kreatif yang ada di Kota Metro; tersusunnya gambaran lingkungan strategis internal dan eksternal dari industri / ekonomi kreatif Kota Metro dan tersusunnya skala prioritas pengembangan produk ekonomi kreatif Kota Metro. Metode Analisis yang digunakan dalam menentukan skala prioritas pengembangan produk ekonomi (industri) kreatif di Kota Metro digunakan teknik Weighet Product (WP) dengan memanfaatkan variabel-variabel yang dianggap krusial dalam menentukan skala prioritasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pendapat pakar, bobot tertinggi untuk menilai pengembangan ekonomi (industri) kreatif di Kota Metro adalah omzet penjualan (0,1852) dan ketersediaan tenaga kerja (0,1852). Pemikiran dari responden tersebut didasarkan atas fakta empirik bahwa dengan besarnya omzet penjualan berarti permintaan atas produk industri kreatif tersebut prospektif dan akan dapat mendorong kemajuan usaha tersebut dan memiliki dampak pengganda (multi plier effect) yang besar untuk menarik dan mendorong berkembangnya usaha-usaha lain yang terkait dengan industri tersebut. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Weighted Product (WP), terdapat 3 (tiga) dari 13 (tiga belas) industri kreatif yang menjadi bidang utama dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif, yaitu : Industri Kerajinan (0,0416), Industri Layanan, Komputer dan Perangkat Lunak (0,0405) serta Industri Penerbitan dan Percetakan (0,04012).  Terkait dengan strategi tersebut, maka hendaknya strategi pengembangan ekonomi (industri) kreatif di Kota Metro perlu untuk memfokuskan diri pada penguatan industri, peningkatan akses permodalan usaha, perluasan akses pasar, peningkatan apresiasi terhadap pelaku dan produk, peningkatan kapasitas dan mutu SDM Industri, serta penguatan kelembagaannya.


 


Kata Kunci : Ekonomi Kreatif, Weighted Product, Strategi Pengembangan Produk



REFERENSI

<!--[if gte mso 9]><xml> 800x600 </xml><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><xml> </xml> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} </style> Barringer, Richard, et.al., (tidak ada tahun). “The Creative Economy in Maine: Measuirement & Analysis”, The Southern Maine Review, University of Southern Maine

Christopherson, Susan (2004). “Creative Economy Strategies For Small and Medium Size Cities: Options for New York State”, Quality Communities Marketing and Economics Workshop, Albany New York, April 20, 2004

Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008). “Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 : Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009 - 2025'“' Evans, Graeme L (2009). “From Cultural Quarters to Creative Clusters - Creative Spaces in The New City Economy”

Kanazawa City Tourism Association, 2010, “Trip to Kanazawa, City of Crafts 2010 Dates- - Jan. 1 - March 31, 2010,” accessed on May 12, 2010 from http://www.kanazawatourism.com/eng/campaign/images/VJY winter.pdf

Ooi, Can-Seng (2006). “Tourism and the Creative Economy in Singapore

Pangestu,         Mari Elka        (2008). “Pengembangan         Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 “; disampaikan dalam Konvensi Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015 yang diselenggarakan pada Pekan Produk Budaya Indonesia 2008, JCC, 4 -8 Juni 2008

Salman, Duygu (2010). “Rethinking of Cities, Culture and Tourism within a Creative Perspective” sebuah editorial dari PASOS, Vol. 8(3) Special Issue 2010-06-16

Sumantra, I Made (tidak ada tahun). “Peluang Emas Seni Kriya Dalam Ekonomi Kreatif”

Syahra, Rusydi (2000). “Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pendukung Produksi Produk Kerajinan Sebagai Daya Saing Dalam Menghadapi Persaingan”, makalah yang disampaikan dalam Seminar Nasional Kerajinan 2000, Balai Sidang, Jakarta

UNDP (2008). “Creative Economy Report 2008

UNESCO (2009). Panduan Dasar Pelaksanaan Ekowisata

http:%/www.nafed.go.id/docs/warta ekspor/file/Warta Ekspor 2009 04.pdf

Yoeti, Oka A. (1985). Pengantar Ilmu Pariwisata, Bandung: Angkasa

Yozcu, Ozen Kirant dan Icoz, Orhan (2010). “A Model Proposal on the Use of Creative Tourism Experiences in Congress Tourism and the Congress Marketing Mix”, PASOS, Vol. 8(3) Special Issue 2010

BPS Kota Metro (2012). Kota Metro Dalam Angka 2012.

Ningrum dkk (2012). Sistem Pendukung Keputusan Untuk Merekomendasikan TV Layar Datar Menggunakan Weighted Product. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga