SISTEM PENGELOLAAN LABORATORIUM SEKOLAH ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Nyoto Suseno & Riswanto (2018) Sistem Pengelolaan Laboratorium Sekolah Era Revolusi Industri 4.0

Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unila, Di Bandar Lampung,


File Pdf Download


ABSTRAK

<!--[if gte mso 9]><xml> 1024x768 </xml><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><xml> </xml> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";} </style>

Laboratorium memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu keberhasilan kegiatan pembelajaran di sekolah. Untuk itu, pemerintah melalui PP RI No.19 Tahun 2005 telah menetapkan 8 standar laboratorium. Namun demikian, hingga saat ini banyak laboratorium sekolah yang belum berfungsi dengan baik, hal ini dapat terjadi karena sistem pengelolaan laboratorium sekolah yang kompleks membutuhkan waktu dan curah tenaga yang ekstra. Perkembangan zaman saat ini memasuki era revolusi Industri 4.0 yaitu era dimana segala aktivitas manusia menggunakan internet, data dan berbagai layanan melalui internet, media sosial, dan komunitas masyarakat dalam dunia internet. Era ini menyediakan sarana komunikasi dan penyimpanan yang sangat praktis menggunakan sistem cyber. Sistem cyber ini memberikan peluang untuk dapat mengembangkan sistem pengelolaan laboratorium dengan memanfaatkan internet sehingga pengelolaan laboratorium menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan sistem pengelolaan laboratorium sekolah yang usabel dan praktis pada era revolusi industri 4.0. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pembuatan desain, pengembangan produk, penerapan produk dan evaluasi produk. Analisis data mengunakan pendekatan kuantitatif melalui pemberian kuesioner kepada para ahli. Hasil penelitian yang diperoleh berupa produk sistem pengelolaan laboratorium era revolusi industri 4.0 secara online berupa website meliputi manajemen menu utama dan profil pengelola, manajemen SOP Laboratorium, manajemen panduan praktikum, manajemen inventaris alat/bahan/barang, manajemen lab virtual, manajemen jadwal dan manajemen penelitian.. Hasil penilaian produk rata-rata mencapai angka 87,3 dengan kriteria sangat layak yang terdiri dari aspek desain mencapai angka 86, aspek isi mencapai 90, dan Usabilitas mencapai angka 86.


REFERENSI

<!--[if gte mso 9]><xml> 1024x768 </xml><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><xml> </xml> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";} </style>

[1]     Dittrich, W., Drosd, R., Minkin, L., & Shapovalov, A. S. (2016). The Law of Entropy Increase–A Lab Experiment. The Physics Teacher54(6), 348-350.

[2]     Gandhi, P. R., Livezey, J. A., Zaniewski, A. M., Reinholz, D. L., & Dounas-Frazer, D. R. (2016). Attending to experimental physics practices and lifelong learning skills in an introductory laboratory course. American Journal of Physics84(9), 696-703.

[3]     Jones, J. A., D’Addario, A. J., Rojec, B. L., Milione, G., & Galvez, E. J. (2016). The Poincaré-sphere approach to polarization: Formalism and new labs with Poincaré beams. American Journal of Physics84(11), 822-835.

[4]     Nadji, T. (2016). Twitter and Physics Professional Development. The Physics Teacher54(8), 486-487.

[5]     Republik Indonesia, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana prasarana Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMA/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA).

[6]     Republik Indonesia, 2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan.

[7]     Riswanto, R., & Dewi, N. A. K. (2017). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium Untuk Mewujudkan pembelajaran Berkarakter. Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika4(2), 60-65.

[8]     Suseno, N. Partono & Purwiro Harjati. 2011. Memadukan Alat Peraga dan Analogi Sebagai Upaya Menerapkan Inkuiri dalam Pembelajaran Konsep Abstrak Fisika. Jurnal Nuansa Pendidikan15(1), 1-8.

[9]     Suseno, N. (2012, November). Peran praktikum dalam mengembangkan kemampuan dan karakter mahasiswa calon guru fisika pada mata kuliah keahlian program studi (Studi kasus pada perkuliahan elektronika dan listrik magnet). In Membangun karakter guru dan dosen untuk mewujudkan pendidikan berkarakter. Paper presented at Seminar Nasional Pendidikan ke-1, Universitas Muhammadiyah Metro, Metro(pp. 132-139).

[10] Suseno, N. dkk. 2014. Buku Panduan Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah. Lembaga Penelitian UM Metro Press. Kota Metro.

[11] Suseno, N., & Riswanto, R. (2017). SISTEM PENGELOLAAN LABORATORIUM FISIKA UNTUK MEWUJUDKAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM YANG EFISIEN. Jurnal Pendidikan Fisika5(1), 76-86.

[12] Yolanda, B. Tapillow, F.S. & Wulan, A. 2011. Implementasi Pembelajaran Menggunakan Praktikum pada Pembelajaran Konsep Metabolisme untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan MIPA. 12(1), 59 – 66.