PERUBAHAN SOSIAL ETNIS BALI DI LAMPUNG TENGAH DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

Kuswono & I Nyoman Sukma Aditya (2017) Perubahan Sosial Etnis Bali Di Lampung Tengah Dalam Perspektif Sejarah

Ombak


File Pdf Download


ABSTRAK

Penelitian ini memaparkan proses transmigrasi Etnis Bali di Kecamatan Seputih Mataram periode awal tahun 1953-1969, menganalisis masyarakat transmigran dalam beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru di Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah tahun 1953-1969, dan menjelaskan relasi dan transformasi sosial transmigran Etnis Bali di Kecamatan Seputih Mataram tahun 1953-1969. Penelitian ini menggunakan metode historis yakni heuristik dengan melakukan pengumpulan sumber dari berbagai literatur, dokumen, dan wawancara kepada pelaku transmigrasi. Kritik sumber yang terdiri dari kritik ekstern dan intern, interprtasi dan yang terakhir adalah penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Etnis Bali adalah salah etnis yang mengikuti program transmigrasi dengan rangkaian panjang hingga sampai ke Provinsi Lampung dengan bantuan pemerintah. Meski mendapat bantuan dari pemerintah mereka mesti membuka lahan dengan kerja keras dan dilakukansecara kerja sama. Tidak ada perbedaan antara golongan triwangsa dengan Sudra dalam pembagian tanah oleh pemerintah, mereka masing mendapat lahan kurang lebih 2 hektar; (2) Terbentuklah desa yang terstruktur seperti wilayah asal mereka di Pulau Bali, namun Etnis Bali di Seputih Mataram menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan melakukan interaksi tanpa membedakan kasta maupun etnis; (3) Secara normatif Etnis Bali di Seputih mataram sangat memahami sistem kasta, adat perkawinan, dan berbagai larangan adat, namun dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa hal yang mengalami perubahan; (4) beberapa faktor yang teridentifikasi sebagai penyebab perubahan sosial dalam masyarakat Bali di seputih Mataram diantaranya rasa senasib sebagai para transmigran, kontak dengan budaya lain terutama dengan Jawa, kebijakan pemerintah,,  dan kesulitan dalam menerapkan adat jika harus melaksanakan seperti halnya di Bali sebagai tempat asal mereka.


REFERENSI