PEMAHAMAN BERTANAM ORGANIK DAN KESADARANMASYARAKAT UNTUK BERTANI RAMAH LINGKUNGAN DI KEBUN SAYURAN KARANGREJO METRO

Hening Widowati, Agus Sutanto, Achyani, Fenny Thresia, Nedi Hendri, Mia Cholvistaria (2020) Pemahaman Bertanam Organik Dan Kesadaranmasyarakat Untuk Bertani Ramah Lingkungan Di Kebun Sayuran Karangrejo Metro, LPPM UM Metro-Press


TEXT
fulteks.pdf
Download

ABSTRAK

Tuntutan ekonomi dan produktivitas hasil mendorong petani mengekploitasi lahan. Anggapan kurangnya kesuburan serta serangan hama sulit dikendalikan, memicu digunakannya pupuk kimia serta pestisida sintetis. Petani paham efek residu aktif pupuk kimia dan pestisida yang dapat mengkontaminasi produk pertanian. Penyadaran pada petani sayuran Karangrejo kembali bertani ramah lingkungan, disimpulkan: 1) Pemahaman tentang pencemaran meningkat 108,01%; 2) Masyarakat mengenal cemaran pupuk kimia dan pestisida yang dapat terdistribusi pada produk pertanian; 3) Mengenal jenis logam berat pupuk kimia dan residu aktif pestisida sintetis; 4) Mengenali ciri profil lingkungan dan sayuran tercemar, dengan ketrampilannya terjadi peningkatan 29,17%; 5) Mengenal solusi meminimalisir cemaran dengan pengendalian pupuk dan pestisida organik; 6) Bertani organik dengan memanfaatkan pupuk hasil fermentasi mikroba dan bioinseksida; 7) Kesadaran bertani ramah lingkungan meningkat 41,67%. Walaupun sudah terjadi peningkatan, ternyata kemauan bertani organik, pengelolaan lahan berkelanjutan dan kesadaran mempraktekkan bertani organik, masih rendah, yaitu 25%. Inisiasi kesadaran sebagai solusi lanjut diupayakan dengan menyelipkan pesan moral dan spiritual keagamaan melalui berbagai media, sehingga setidaknya menimbulkan kegamangan untuk melanjutkan bertani yang banyak mengandalkan pupuk kimia dan pestisida sintetis. Kesadaran secara bertahap ditumbuhkan, terutama untuk konsumsi sendiri berupaya bertani organik, sedangkan untuk dijual dengan pertimbangan ekonomi, masih belum bisa sepenuhnya secara ramah lingkungan. Kata kunci: kesadaran, organik, ramah lingkungan

REFERENSI

Adnyana, M.O dan K. Kariyasa. (2000). Perumusan Harga Gabah dan Pupuk dalam Era Pasar Bebas. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Bogor. Amanda, G. (2018). Pestisida di Sayuran Kita. Republika. Co. id. Rabu, 28 November 2018. Ardiwinata, A. N. (2018). Residu Pestisida dan Teknik Identifikasi serta Penanganannya Menggunakan Bahan di Sekitar Kita. Agro Inovasi. Science Innovation Networks. 19 Juni 2018. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian Indonesia. Arifin, B. (2004). Analisis Ekonomi Pertanian Indonesia. Kemelut Kelangkaan Pupuk: Primitifnya Kelembagaan. Penerbit Buku Kompas, Jakarta. Hal 112-122. Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. (2007). Lampung Dalam Angka2007. Kerjasama Badan Pusat Statistik dan Badan Perencanaan Pengembagan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. 557halaman. Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur. (2013). Anonim. 2013, Banyuwangi Dalam Angka: Badan Pusat Statistik Banyuwangi. Chavarro, J. (2015). Residu Pestisida Pada Sayur dan Buah Dapat Kurangi Kualitas Sperma. Reuters: Detikhealt. Rabu, 1 April 2015 Direktorat Pupuk dan Pestisida. (2004). Pedoman Pengawasan Pupuk Bersubsidi. Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian, Jakarta. Indonesian Management Scientist Ass (AIMI). Kariyasa, K., M. Maulana, dan S. Mardiyanto. (2004). Usulan Tingkat Subsidi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang Releval Serta Perbaikan Pola Pendistribusian Pupuk di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 2, No. 3, 2004. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian,Bogor. Pride and Farrel. (2004). What Green Marketing Has to Offer. International Conference Indonesian Management Scientist Ass (AIMI). Pujari, D., K. Peattie and G. Wright. (2004). Organizational Antecedentsof Environmental Responsiveness in Industrial New ProductDevelopment” IndustrialMarketing Management. Raharjo, S. (2008). Bermacam Pangan di Indonesia Belum Aman dari Bahan Berbahaya. (Online). (http://Kmit.faperta.ugm.ac.id). Diakses tanggal 09 Mei 2009 17:25. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta. Sutanto, A. (2016). The Formulation Of Pineaple Liquid Waste (PLW) As Liquid Organic Fertizer For Agricultural Crops. Scientific Journal of PPI-UKM, Microbiology. ISSN No. 2356 - 2536 1. Sutanto, A., Achyani., Widowati, H., Hendri, N., Thresia, F. (2019). PPUPIK- Pusat Produksi Pupuk Organik Berbasis Potensi Lokal untuk Agroindustri Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Metro. Laporan Akhir Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Tahun 2019. LPPM. Universitas Muhammadiyah Metro. Suyono, H., Haryanto, R.(2007). Buku Panduan Pembentukan dan Pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga POSDAYA. Jakarta: Balai Pustaka. Tuminah, S. (2000). Radikal Bebas dan Anti Oksidan-Kaitannya dengan Nutrisi dan PenyakitKronis. Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Depatemen Kesehatan RI Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran (128): 49-51. SNPPM-2 (Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun 2020 ISBN 978-623-90328-5-2 Copyright © 2020, Universitas Muhammadiyah Metro 406 Untung, K. (1991). Dasar-dasar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.


Type:Other
Depositing User:Admin Universitas
Date Deposited:15 July 2021
Last Modified:15 July 2021
URI:https://repository.ummetro.ac.id/view/3226